Masa Kampanye Pilkada Mulai 26 September 2020, Ini Penjelasan KPU Sultra

oleh -

Kendari, Nusantarapos – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara Laode Abdul Natsir Moethalib mengungkapkan masa kampanye pilkada serentak 2020 saat new normal baru dari pendemi Covid-19 bakal dimulai pada tanggal 26 September 2020, Minggu (28/06/2020).

Ketua KPU Sultra, Laode Abdul Natsir Moethalib menjelaskan untuk teknis pelaksanaannya pihaknya masih menunggu PKPU aturan pemilihan dalam keadaan bencana non alam covid-29,mengingat akan diatur secara detail protokol kesehatan pencegahan corona virus tersebut.

“Misal, dalam draft mengenai PKPU soal tatap muka atau pertemuan terbatas, apakah akan dilangsungkan disebuah gedung dan bagaimana penerapan physical distancingnya, pengaturan jarak kursi,itu yang akan diatur,” jelas Abdul Natsir yang akrab disapa bung Ojo ini.

“Kemudian debat publik atau debat terbuka antara paslon pada 26 September sampai 5 Desember. Adapun kampanye melalui media massa, cetak, dan elektronik akan berlangsung pada 22 November sampai 5 Desember 2020 dan masa tenang juga pembersihan APK pada 6-8 Desember sekaligus pemungutan suara pada 9 Desember 2020” terangnya.

Lebih lanjut, Laode Abdul Natsir menegaskan bahwa dalam peraturan KPU atau PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pilkada, masa kampanye akan dimulai dengan pertemuan terbatas baik dalam bentuk tatap muka maupun dialog.

“Penyebaran bahan kampanye, pemasangan alat peraga kampanye (APK) dan kegiatan lainnya akan dijadwalkan pada 26 September hingga 5 Desember 2020 atau selama 71 hari”tegasnya.

Dia pun menambahkan jika debat Paslon tidak lagi difasilitasi hotel dengan massa yang menonton melainkan melalui siaran langsung lewat media sosial atau kanal YouTube.

“Soal debat kandidat kita fasilitasi,massa tidak sebanyak dulu lagi, bahkan bisa saja Paslon yang tinggal di studio kemudian disebarluaskan melalui media,kita menunggu PKPU terkait hal ini.untuk desain kampanye pengadaan dari Paslon sendiri, KPU bakal memfasilitasi APK dan bahan kampanye”ujarnya.

“Kami hanya akan merancang jadwal yang sifatnya proporsional dimana dan kemana kandidat akan kampanye, karena kalau pemilihan bupati berarti kecamatan nanti kami akan bagi supaya tidak ada jadwal yang bertabrakan” pungkasnya.

Pewarta:Irianto