Hari Pertama Menjabat, Mendikbud Nadiem Makarim Tinjau Lingkungan Gedung Kemendikbud

oleh -
Nadiem Anwar Makarim/foto : dok. Kemendikbud

Jakarta, Nusantarapos – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim usai menjalani serah terima jabatan (sertijab) dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) periode sebelumnya, Muhadjir Effendy, langsung meninjau lingkungan kantor Kemendikbud, pada Rabu (23/10). Ruangan pertama dikunjungi Mendikbud adalah perpustakaan karena kegemarannya membaca buku.

Di sela kunjungan tersebut, awak media tergelitik menanyakan apakah Nadiem mengetahui atau tidak akan dilantik menjadi Mendikbud. “Saya tidak terkejut. Bahwa saya dipilih bergabung di kabinet, pasti itu kejutan. Tapi bahwa di bidang pendidikan itu tidak (terkejut), karena saya memang setahun lebih ini kenal dengan Pak Presiden walaupun membahas berbagai macam topik, ujung-ujungnya ke pendidikan lagi. Jadi setiap kali kita membahas semua masalah di negara ini, ujung-ujungnya solusinya ke masa depan yang bisa permanen, solusinya itu hanya di generasi berikutnya,” jawab Mendikbud dalam Siaran Pers kemdikbud, Kamis (24/10).

Mendikbud mengakui bahwa dirinya tidak pernah mengira akan bekerja di sektor pemerintahan. “Saya selalu merasa diri saya di sosial sektor maupun di private sektor. Hanya saja, dari dulu ada satu hal yang saya akan pertimbangkan dan saya ingin sekali mencoba memecahkan berbagai macam permasalahan, yaitu di (sektor) pendidikan,” kata Mendikbud.

“Tidak tahu kenapa dari dulu waktu saya dulu kerja di McKinsey pun saya menciptakan suatu misi yang namanya Young Leaders for Indonesia, dan itu sifatnya juga mendidik. Jadi memang ada ketertarikan yang luar biasa dengan topik pendidikan karena potensi penyelesaian masalah itu terbesar, bukan sekarang tapi masa depan,”imbuh Mendikbud.

Usai meninjau fasilitas perpustakaan di lingkungan kantor Kemendikbud, Mendikbud Nadiem melanjutkan peninjauan ke ruang kerja di gedung Inspektorat Jenderal (Itjen), Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti). (*)