Kenalkan Literasi, Dunia Belajar Bersama Gubuk Tulis Gelar Tebar Baca di Taman Merjo

oleh -
Anak-anak yang antusias mendengarkan cerita dari Gubuk Tulis dan Dunia Belajar di Taman Merjosari (Foto : Dyah Monika Sari)

Malang, Nusantarapos – Memasuki liburan jelang natal dan tahun baru, Dunia Belajar berkolaborasi dengan komunitas Gubuk Tulis menggelar tebar baca di Taman Merjosari.

Founder dari Dunia belajar, Einid Shandy, mengungkapkan, bahwa acara yang diadakan pada hari Minggu (20/20) itu mengusung tujuan untuk memperkenalkan literasi pada anak-anak dan generasi milenial. Buku-buku anak mulai dari komik, dongeng, dan buku mewarnai pun dijejer diatas terpal, siapapun yang berada di taman Merjosari diizinkan untuk menghampiri dan membaca buku ditempat.

Tak hanya itu, setiap pengunjung juga disediakan pensil warna dan kertas sebagai media untuk menggambar dan mewarnai.

Pukul 09.00 WIB, spot tebar baca itu penuh dengan anak-anak, diikuti oleh para orang tua. “Tujuannya sederhana, untuk mengajak masyarakat mulai dari anak-anak dan orang dewasa agar lebih dekat dengan buku, maka mereka akan mulai senang membaca,” tutur Einid.

Selain membaca buku ditempat, para pendidik dari Dunia Belajar pun dihadirkan untuk mendampingi anak-anak membaca dan belajar. Dypi, salah satu pendidik dari Dunia Belajar mengaku senang dapat bergabung dan turut menemani anak-anak belajar.

“Saya merasa cukup puas, banyak anak yang antusias bernyanyi dan bermain tebak-tebakan bersama kami. Kami memperkenalkan warna-warna, sedikit sejarah Indonesia, mendongeng, calistung, juga melatih keberanian dan kepercayaan diri mereka,” jelasnya.

Acara tebar baca yang digelar di Taman Merjosari tersebut sebenarnya bukanlah acara perdana bagi masing-masing komunitas. Hal ini diakui oleh Muh. Yajid Fauzi selaku ketua komunitas Gubuk Tulis.

Ia mengatakan bahwa tebar baca ini merupakan acara rutinan gubuk tulis yang diadakan setiap minggu selama dan setelah masa pandemi.

Respon baik dari orang tua dan pengunjung diterima baik oleh Gubuk Tulis dan Dunia Belajar sebagai penyelenggara acara. “Anak-anak ternyata seneng baca dan belajar bersama kakak-kakak karena pendampingan kami juga dengan berbagai metode. Bahkan, banyak orang tua yang turut mengabadikan momen anak-anak mereka ketika belajar dan bermain di taman,” ujar Einid.

Memasuki azan dhuhur, acara tebar baca pada minggu itu selesai. Acara ditutup dengan menyanyikan yel-yel tepuk corona, sebagai langkah untuk mengingat dan tetap waspada terhadap pencegahan virus corona pada anak-anak. (Dyah)