Ketua Barikade Gus Dur Jatim Tanggapi Pernyataan M Zainal Abidin,  Mantan Ketua  KPU Sidoarjo

PACITAN, NUSANTARAPOS, -Pilkada mulai menghangat, Ketua Barikade Gus Dur (JATIM) Ahmad Arizal merespon pernyataan mantan Ketua KPU Sidoharjo  ‘Bahwa Orang Nahdlatul Ulama (NU) yang tidak mendukung Calon PKB sudah khianat’.

 

Ketua KPU Sidoarjo periode 2014-2019 itu terindikasi mendukung Ahmad Muhdlor-Subandi yang diusung PKB di Pilkada Kabupaten Sidoarjo 2020.

 

“Saya tegaskan orang menyatakan bahwa jika tidak pilih calon yang diusung PKB dipilkada sidoarjo itu adalah orang “STRES” yang tidak faham politik serta tidak mempunyai etika dlm berorganisasi.” kata Ahmad.

 

BARIKADE GUS DUR Kab.  Sidoarjo pada tanggal 18 Oktober 2020 yang lalu sudah menentukan sikap dalam pilkada Kabupaten  Sidoarjo,  yaitu DEKLARASI dukungan terhadap  pasangan No. 3 (KELANA-DWI ASTUTIK) sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Sidoarjo 2020-2025 karna Barikade Gus Dur  dalam AD/ART yang sudah disahkan oleh KEMENKUMHAM Nomor: AHU-0012044.AH.01.07 TAHUN 2018 adalah Perkumpulan Barisan Kader Gus Dur yang bergerak pada bidang sosial, budaya dan politik.

 

Karena atas perintah DPP BARIKADE GUS DUR pada pilkada serentak khususnya di Jawa Timur untuk TIDAK MENDUKUNG Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati/Calon Walikota dan Calon Wakil WaliKota yang diusung PKB.

 

“Maka perlu diketahui oleh Pak M Zainal Abidin ini, bahwa bukan orang NU lah yang BERKHIANAT terhadap Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati yang di usung PKB malah justru para petinggi PKB lah (Imin Cs) yg menjadi PENGKHINAT karena merebut PKB dari tangan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) selaku Dewan Syuro DPP PKB yg juga cucu dari Almagfurlah Haderus Syech KH. Hasyim Asy’ari dan sudah saatnyalah PKB dikembalikan kepada keluarga Gus Dur agar supaya tidak dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang hanya mementingkan kepentingan pribadi.” ungkap Ahmad Ketua Barikade Gus Dur Jatim.

 

Jika melihat sejarah bahwa NU ini harus kembali kepada Khittah 1926 dan tidak boleh masuk pada urusan politik praktis bahkan urusan dukung- mendukung calon Bupati dan calon wakil Bupati/Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota.

 

Ahmad mengingatkan ,”NU harus berposisi mengayomi Ummat sesuai dengan tujuan utama didirikannya Nahdlatul Ulama di antaranya adalah: memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunnah wal-Jamaah dengan mengikuti pola madzhab empat: Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Hambali serta mempersatukan langkah-langkah para ulama dan pengikut-pengikutnya, juga melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa dan ketinggian harkat serta martabat manusia. Sebagai Organisasi Islam terbesar di dunia tidak boleh berafiliasi kepada salah satu Partai Politik karena Kader NU tidak hanya ada di satu partai saja tapi kader NU berada di semua partai.”

 

Dirinya berharap, tidak ada ketersinggungan di masyarakat bawah dalam kepentingan berpolitik, sehingga masyarakat merasa nyaman dan bebas untuk menentukan pilihannya pada pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang sesuai dengan hati nuraninya untuk memilih pemimpin di daerahnya masing-masing.

 

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) BARIKADE GUS DUR JATIM menghimbau  kepada masyarakat Jawa Timur jangan mudah terpancing atas ulah sekelompok orang yg tidak bertanggung jawab, gunakan hak pilihnya jangan Golput, pilih pemimpin yang sesuai hati nurani dan jadikan Jawa Timur aman dari Pandemi Covid-19 yang merebak di masyarakat selama ini. (MJ)