Pengawasan SOP PTM di Trengggalek Dilakukan dengan Ketat

  • Bagikan

TRENGGALEK, NUSANTARAPOS – Sekolah tingkat SMP dan SMA di Trenggalek telah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) yang di mulai beberapa hari lalu, selanjutnya pada Senin (4/10/2021) akan disusul sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK).

Mengingat pandemi Covid-19 belum usai hingga saat ini maka pembelajaran tatap muka terus dilakukan pengawasan dan evaluasi, untuk mengawal kelancaran hak peserta didik.

“Kali ini pihak Kepolisian bersama unsur tiga pilar terlibat secara aktif dalam pemantauan penerapan protokol kesehatan di sekolah dalam pelaksanaan PTM,” kata Kasihumas Polres trenggalek AKP Bambang Dwiyanto, Sabtu (2/10/2021).

Kehadiran jajaran satgas Covid-19 di masing-masing wilayah ini disampaikan AKP Bambang untuk memastikan bahwa protokol kesehatan benar-benar dijalankan dengan ketat.

Dalam hal ini satgas Covid-19 juga memantau setiap perkembangan dan dinamika penyebaran Covid-19. Karena untuk Senin depan jumlah sekolah dasar lebih banyak dibandingkan dengan SLTP maupun SLTA

“Bahkan bisa dipastikan ada ditiap desa. Untuk itu sudah kita instruksikan para Bhabinkamtibmas untuk melakukan visitasi bersama 3 pilar,” ungkapnya.

Jadi dengan dibukanya sekolah tatap muka tidak bisa dianggap remeh, terlebih masalah protokol kesehatan, menurutnya, pandemi covid-19 masih belum berakhir.

“Potensi terjadinya penularan masih terbuka lebar jika tidak diimbangi dengan penerapan disiplin protokol kesehatan khususnya kepada para siswa,” jelas AKP Bambang.

Selain itu, AKP Bambang juga menuturkan selain itu saat ini semua jajaran masih menggencarkan vaksinasi bagi pelajar dan tenaga pendidik. Jangan sampai niat baik ini justru berpotensi terhadap munculnya klaster baru dilingkungan sekolah.

Beberapa hal yang menjadi fokus pengawasan diantaranya, mekanisme pembelajaran tatap muka sesuai dengan SOP yang berlaku, penyediaan sarana pendukung.

“Terutama sistem pengawasan Prokes oleh satgas sekolah, kapasitas ruangan kelas serta aspek lainnya,” pungkasnya.

Senada disampaikan Intan salah satu wali murid yang putranya bersekolah di TK Negeri Pembina Trengggalek menyampaikan sangat senang dengan dibukanya pembelajaran tatap muka ini.

Dikatakannya selama dua tahun lebih para anak-anak hampir total tidak masuk sekolah, sehingga khawatir dengan kualitas yang dimiliki. Sehingga dengan adanya PTM dirinya sangat mendukung.

“Saya juga telah menandatangani kesepakatan bahwa anak saya akan ikut PTM. Semoga Covid-19 segera reda dan hak anak tentang pendidikan terpenuhi,” pungkasnya. (Rudi)

  • Bagikan