Sabtu Pagi, Gunung Merapi Kembali Erupsi Awan Panas Letusan

oleh -
Foto Caption: Erupsi awan panas letusan Gunung Merapi yang terjadi pada Sabtu (9/11).

NUSANTARAPOS, JOGJA – Kejadian pada pagi ini sama hal nya dengan yang terjadi pada Oktober 2019  lalu dengan kolom setinggi 3.000 meter dan penyebabnya adalah tekanan dari akumulasi gas yang ada dalam perut Gunung Merapi.

 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY Hanik Humaida saat dihubungi oleh Nusantarapos.

 

“Terjadi erupsi awan panas letusan pada pagi ini tercatat di seismogram BPPTKG DIY dengan amplitudo max. 65 mm dan durasi ± 160 detik. Terpantau kolom letusan setinggi 1.500 m dari puncak condong ke Barat,” ujar Hanik Humaida.

 

Hanik menjelaskan, proses pendataan atas awan panas letusan masih dilakukan oleh Tim BPPTKG DIY dan melihat kecilnya kolom diperkirakan tidak merubah akan volume kubah lava Gunung Merapi.

 

Ancaman bahaya dari kejadian letusan semacam ini berupa Awan Panas Letusan (APL) yang bersumber dari material kubah lava dan lontaran material vulkanik dengan jangkauan < 3 km berdasarkan volume kubah yang sebesar 416.000 m3 berdasarkan data drone 30 Oktober 2019.

 

“Dibandingakan dengan yang terjadi pada Oktober lalu letusan ini cukup kecil namun warga sekitar lereng diharapkan agar tetap waspada. Dampak dari keluarnya akumulasi gas dari Merapi tersebut menyebabkan hujan abu tipis disekitar wilayah Magelang seperti Wonolelo, Sawangan, Tlogolele, Selo dan Boyolali,” jelasnya.

 

BPPTKG DIY tidak merubah status Gunung Merapi dan tetap dalam Status WASPADA (level II) sejak tanggal 21 Mei 2018.

 

Dengan kejadian erupsi awan panas letusan ini  BPPTKG DIY menghimbau agar warga tetap tenang dan beraktifitas seperti biasa. Menjaga jarak aman sekitar 3 Km dari puncak gunung dan yang berada dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III diharapkan mengantisipasi terjadinya abu vulkanik.

 

BPPTKG DIY juga menghimbau para warga agar tidak mempercayai berita simpang siur tentang erupsi Gunung Merapi. Untuk informasi lebih lanjut warga diharapkan dapat mengakses website www.merapi.bgl.esdm.go.id dan akun media sosial twitter dari BPPTKG Yogyakarta (@BPPTKG). (AKA).

 

Comment