RILIS  

Dorong Literasi UMKM, Prabowo Subiyanto Beri Pengantar Buku Yang Ditulis Nur Saadah

Jakarta, Nusantarapos.co.id – Disela-sela Yayasan Nur Saadah Dimyati menerima penghargaan dengan kategori ”The Most ASEAN Trusted Humanitarian Social Foundation Award 2024” di malam penganugerahan “Awarding Night Best of the Best 2024” yang digelar di Sunlake Waterfront Resort & Convention, Kelapa Gading – Jakarta Utara, Indonesia Jumat (22/03/2024).

Ir. Hj. Nur Saadah, ST., M.Si., IPU., Asean Eng menyampaikan rencana bedah buku edisi kedua yang berjudul Blibiografi Beranotasi Usaha Kecil Menengah (Small Medium Enterprises) yang Kata Pengantarnya oleh Yth. Bapak Jenderal Prabowo Subiyanto Calon Presiden RI.

Dalam Kata Pengantar buku tersebut Prabowo menyampaikan “Terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada saudari Ir. Hj. Nur Saadah, ST., M.Si atas kerja dan dedikasinya untuk membangun ekonomi bangsa melalui penulisan buku ini”.

Penghargaan yang tulus juga kami sampaikan kepada Yth. Prof. Dr. M. Sadli Ketua Yayasan Indonesia Forum dan Yth. Prof, Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc yang banyak andil dalam membimbing penulis.

Sejarah mencatat, ditengah kesulitan kondisi perekonomian dan ketidakpastian dunia usaha yang melanda bangsa kita beberapa waktu lalu, Usaha Kecil Menengah (UKM) telah membuktikan diri sebagai usaha perekonomian yang tangguh dan stabil dalam menggerakkan roda perekonomian nasional tanpa terkena dampak krisi moneter yang berarti.

Sebagai bentuk usaha ekonomi kerakyatan, UKM memperdayakan masyarakat sebagai pelaku ekonomi berdasarkan semangat kerakyatan, gotong royong dan kemandirian. Rakyat di lapisan bawah sekalipun mendapatkan kesempatan yang sama untuk melibatkan diri dalam kegiatan ekonomi sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. UKM juga merupakan sarana pendidikan kewirausahaan yang efektif bagi masyarakat kita menuju sebuah masyarakat yang mandiri, yang pada akhirnya akan membentuk suatu satu kesatuan ketahanan, kemandirian, dan meningkatnya kesejahteraan bangsa sebagaimana telah diamanahkan dalam UUD 1945 pasal 33 tentang sistem demokrasi ekonomi.

Pada akhir kata pengantarnya Prabowo menyampaikan bahwa “Buku ini memuat referensi–referensi pustaka mengenai UKM dan masukan–masukan pada bedah buku edisi pertama kepada masyarakat luas sebagai subyek pelaku usaha, pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan lembaga – lembaga terkait lainnya sebagai pelindung dan pembina untuk mendapatkan informasi – informasi strategis perkembangan UKM di negari kita maupun internasional. Melalui buku ini pula pada akhirnya kita menyadari akan segudang permasalahan yang ada dan harus mendapatkan solusi yang tepat. Maka besar harapan bagi kita semua pihak yang terlibat untuk dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari kajian buku ini”.

Perlu diketahui, buku edisi pertama ini ditulis oleh Nur Saadah waktu menempuh program Magister di Universitas Gadjah Mada (sambil kuliah Nur Saadah waktu itu menulis buku, asisten Prof. Dibyo Prabowo, Prof. Djalal Tanjung, Dr. Bardi Murachman, dan bekerja di Pusat Studi Asia Pasifik), juga merupakan Penulis buku pertama sebagai mahasiswi UGM yang diterbitkan oleh Center for Asia Pasific Studies – Pusat Studi Asia Pasifik UGM. Disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York – Amerika Serikat, Petrokimia Gresik & Indonesia Forum.

Bukunya ada di berbagai lembaga-lembaga Internasional (Asean, Perserikatan Bangsa-Bangsa), kampus-kampus, NGO, Pemerintahan, Perpustakaan Internasional di Hongkong yang bisa diakses 60 negara, organisasi-organisasi profesi & kemasyarakatan, dan lain-lain. Pada waktu bedah buku disiarkan secara live oleh RRI dan TVRI serta dihadiri sahabat-sahabatnya dari berbagai Negara yang sedang menempuh program Magister & Doktor di UGM, para dosen, pejabat baik dari DIY maupun Pusat, dan pelaku UKM, seperti Small International Seminar di Balairung UGM lantai 2.

Pada Waktu Kuliah Nur Saadah merupakan penerima penghargaan sebagai “Mahasiswa Bermasa Depan Terbaik Tingkat Nasional” dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, berkat penghargaan tersebut Nur Saadah diterima Presiden dan para Menteri di Istana Negara.