TMMD Batang Mensejahterakan, Namun Penambang Material Harus Perhatikan Amdal

oleh -

Batang : Warionah (44) warga Desa Kaliboyo Rt. 4 Rw. 2 Kecamatan Tulis, penambang pasir dan batu kali di bawah Jembatan Sungai Kaliboyo. Untuk mengumpulkan pasir 1 pick up, dirinya memerlukan waktu 3 – 4 hari dan dihargai 200 ribu rupiah, sedangkan untuk batu kali 150 ribu rupiah.

Untuk pembeli beragam, dari mulai warga lokal maupun dari kecamatan tetangga seperti Reban dan Subah. Ditanya Serda Muchibin, anggota jurnalis lapangan TMMD terkait pembangunan TNI melalui TMMD Reguler 103 Kodim 0736 Batang di kecamatan tetangga, dia mengaku senang dan berterima kasih. Pasalnya saudara kerabatnya juga ada di Dusun Durensari yang akan segera mendapatkan jalan jalan pendekat sepanjang 2.359 meter sekaligus aspal ke desanya, Desa Durenombo.

Dikatakannya, “Ya alhamdulillah Pak sekarang, kalau jalan ke Durensari jadi bagus tentu akan cepat jika akan mengunjungi famili saya disana. Berkat pembangunan disana juga, kini beberapa warga Durenombo dan toko material terdekat dari lokasi TMMD, TB Mekar Muda yang terletak di Adinuso Kecamatan Subah, juga mulai memesan batu dan pasir saya. Pokoknya senang, tambah uang dan TMMD jos.” ungkapnya kepada Muchibin. Minggu (11/11/2018).

Hadirnya peluang pembangunan fasilitas umum maupun perumahan warga di banyak desa, khususnya di Durenombo, mulai memicu konsumsi bahan bangunan yang meningkat khususnya batu dan pasir kali. Masyarakat lain juga mulai melirik profesi penambang ini dalam memanfaatkan potensi wilayah guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Efeknya kedepannya adalah penambangan liar menjamur, sehingga harus diperhitungkan betul dari sisi Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) nya. Jangan sampai justru merugikan pihak lainnya, termasuk kerusakan lingkungan sekitar DAS dan abutment jembatan. Mengingat dari penambangan liar kecil-kecilan ini, lama-lama ada pemodal (investor) yang akhirnya menghalalkan segala cara bahkan mengabaikan Amdal guna menggali potensi alam yang tersedia.

Di satu sisi hadirnya pembangunan melalui TNI, sudut pandang penduduk setempat mulai melihat prospek mengeksplorasi potensi alam, namun sisi lain jangan sampai terjadi penambangan liar yang jor-joran, terlebih lagi memasuki musim penghujan sehingga memerlukan solusi segera.