Hadiri Milad IMM Ke-57, Ini Pesan Bupati Lampura

oleh -

Lampung Utara, Nusantara Pos – Bupati Lampung Utara (Lampura) Budi Utomo menghadiri Milad Pengurus Cabang (PC) Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke-57 yang digelar di GOR Sukung Kotabumi kabupaten setempat, Rabu (10/3/2021)

Dengan tema, Manifestasi Nilai Dasar Ikatan Sebagai Rekonstruksi Gerakan Pluralisme Sosial Kebangsaan. Bupati Budi menerima penghargaan atas partisipasinya sebagai Keynote Speaker dalam acara Darul Arqoom Madya Nasional (Damnas) PC IMM Lampura, dimana penghargaan diberikan langsung oleh Ketua Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Zainal Abidin.

Dalam sambutannya, Bupati Lampura mengatakan bahwa implementasi dari prinsip atau asas pluralistik ini adalah Bhineka Tunggal Ika, atau berbeda-beda tetapi tetap satu. Lantas bagaimanakah mengimplementasikannya yakni dengan berperilaku inklusif, menghormati dan mengakomodir perbedaan, tidak mencari kemenangan diri sendiri, bermusyawarah untuk mencapai mufakat dan memiliki landasan rasa kasih sayang dan rela berkorban.

“Bila setiap kita dapat memahami makna Bhinneka Tunggal Ika ini, serta mau dan mampu mengimplementasikannya secara tepat dan benar, Insya Allah, Negara kita akan tetap kokoh dan bersatu selamanya,” kata Budi.

Bupati berharap melalui kegiatan Darul Arqom Madya Nasional ini mampu melahirkan generasi yang unggul dan berkualitas menuju terbentuknya Khairu Ummah, mewujudkan kader-kader Muhammadiyah yang berakhlakul karimah, berpengetahuan luas, berpikiran maju dan menghargai keberagaman.

“Berbeda itu bukan berarti harus dimusuhi, dan menerima perbedaan bukanlah berarti kita kehilangan jati diri. Menerima perbedaan juga bukan berarti mengikuti gaya hidup orang lain. Menerima perbedaan dengan pengertian bahwa setiap orang memang berhak berbeda dari kita, bahwa apa yang kita anggap benar hanyalah kebenaran yang tidak mutlak, karena kebenaran yang hakiki hanya milik Allah SWT,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC IMM Lampura, Dedi Ariyanto menaruh harapan besar kepada seluruh kader khususnya IMM Lampura untuk terus bersatu padu membangun bangsa dan negara serta pemikiran yang membangun.

“IMM selalu dituntut melakukan kaderisasi untuk menghindari kader bobrok, tujuannya untuk menghasilkan pemimpin yang memiliki sifat kritis untuk membumikan suatu gagasan guna membangun bangsa,” pungkasnya. (RH)