Saat Berbuka Puasa, Hindari Mengonsumsi Makanan Berlebihan

oleh

Jakarta, NusantaraPos – Bulan puasa setiap muslim pasti menahan lapar dan haus. Tak heran ketika waktu berbuka tiba, banyak orang yang langsung makan banyak hingga perut kenyang dan begah. Padahal, kebiasaan tersebut tidak baik untuk pencernaan.

Selain itu, tingkat konsumerisme yang tinggi di bulan puasa juga berpotensi meningkatkan jumlah sampah makanan. Banyak makanan yang tidak habis dan akhirnya dibuang, sehingga menjadi sampah (food waste) yang kurang bagus untuk lingkungan.

Untuk mengurangi angka sampah makanan dan menjaga pencernaan di bukan Ramadan, Mylanta meluncurkan kampanye “Makan Bijak”, bekerjasama dengan Eat & Eat dengan menyediakan kotak makanan secara gratis yang bisa digunakan untuk membawa sisa makanan ketika berbuka puasa.

“Langkah konkretnya kita ingin ngajak orang makan menu secukupnya. Pisahin aja dulu di depan (awal). Kita menyediakan kotak yang bisa mereka ambil sendiri. Sesimpel kita untuk bungkus makanannya. Lalu kita upload (medsos) dan ajak yang lain juga. Kita memiliki kerjasama eksklusif dengan Eat & Eat,” kata Dinda Parameswari, Assistant Brand Manager Mylanta saat jumpa pers di Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Dengan kampanye ini, diharapkan tidak ada masyarakat yang makan berlebihan di saat berbuka puasa dan menghindari makanan terbuang percuma. “Harapannya kita merubah kebiasaan kecil dimulai dari bulan yang suci dimana kita dituntut untuk berbuat baik di bulan suci. Makan yang cukup untuk tubuh kita supaya tidak membuang makanan,” harapnya.

Berikut tips untuk mengurangi sampah makanan di Indonesia dari Mylanta :

1. Mengurangi konsumsi makanan instant dan beralih mengonsumsi makanan yang lebih segar dan sehat.

2. Rencanakan sebelum membeli apa yang dibutuhkan (jangan tergoda membeli makanan yang tidak baik untuk dikonsumsi).

3. Masak bahan makanan dalam jumlah yang sesuai dan usahakan untuk tidak menyisakan makanan.

4. Simpan makanan dengan baik agar sapat dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih lama.

5. Olah kembali makanan yang tidak bisa dimakan.

(RIE)