banner 970x250
DAERAH  

Gubrak.., Alon-alon Untuk Bangunan Tempat Atraksi Skate Board Di Soal

Alon-Alon yang dibangun Skate board

PACITAN, NUSANTARAPOS, -Sebetulnya sudah lama keberadaan Alo -alon yang disoal itu namun belum ada respon yang berarti sehingga lalu lalangmya lintas komunitas masyarakat yang melewati jalan lingkar alon-alon menjadi bertanya tanya karena tata ruang di alon-alon menjadi menyempit.

Bergulirnya informasi yang berkembang di masyarakat soal pembangunan trotoar di pinggiran Alon – alon dan tempat atraksi bermain “Skate Board” semakin meluas. Mengutip berita Media Jatim co.id (30/8/2023) dari statemen Ronny Wahyono sebagai Ketua DPRD meminta kepada semua pejabat Eksekutif baik Dinas PUPR, DLH, Sekda dan Bupati agar berhenti membangun fasilitas di sisa lapangan Alun-alun Barat yang luasnya tinggal sedikit itu.

Permintaan Ketua Dewan langsung medapat apresiasi Joko Wiyono selaku Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Cabang Pacitan dan ketika ditanya Soal “pemyempitan” Alon-alon sambil berkelakar mengatakan dengan singkat, ” Biar Semaunya saja dan semoga semua bahagia. Nanti masyarakat tentunya yang akan menilai. ”

Sementara merespon berita soal Alon- alon Heri Bahtiar Ketua LSM Ampuh, Kamis (31/8/2023) turut angkat bicara, “Kita harus kembalikan pada filosofi kearifan lokal tentang dunia simbol atau semiotika warisan para leluhur yang winasis.”

Lebih lanjut Heri mejelaskan, “Tradisi keharmonian semesta yang berupa kekuasan antara pusat tata praja, pusat ekonomi (Pasar Sawo), pusat spiritual (masjid) dan kekuasaan yudikatif (penjara di selatan) tetap selaras di tengah-tengah yang di simbolkan dengan alon-alon.Kotaraja dalam struktur Kerajaan Mentaram Ngayogyakarta Hadiningrat, menjadi prototype kota-kota lain setingkat ibukota kadipaten.”

“Struktur itu mengajarkan pesan kosmologi dan spiritual Islam yang kental,” jelasnya.

“Ada pusat kerajaan atau istana (pendopo kadipaten) yang menghadap selatan, di depannya terhampar alon-alon. Alon -alon lah pusat semesta, tempat berkumpul nya segala peristiwa (pusat peristiwa berputar). Di sebelah baratnya terdapat Masjid, dan berlawanan arah deng Masjid ada pasar di timurnya. Sementara di arah selatan ada penjara,” ungkapnya.

Laras Kosmologi itu diadopsi di lapangan Merdeka, dengan Istiqlal di sebelah Barat dan di seberang ada istana merdeka.

” Antara Masjid, tempat orang menghayati sangkan paran, istana (pendopo) pusat men drive toto projo, pasar tempat transaksi antara: (barang) kebutuhan dan permintaan, serta selatan tempat penjara dan hakim atau jaksa semuanya mengitari harmony, alon-hakim. ” ungkapnya lagi.

Diakhir ungkapannya dirinya menyampaikan, dunia Semiotika, semesta symbol dan kebijaksanaan menyatu dengan struktur fisik di Mentaram dan Jayakarta.”

Senada, Drs. Hadi Subowo, MM mantan Kepala Bidang Inovasi dan Tehnologi yang sudah purna juga memberikan masukan bahwa, sebenarnya mulai Bupati Pak Yono ( Periode 2005-2010), setelah diadakan pengkajian fungsi alun-alun semangkin menghawatirkan, kegiatan kuliner akan dipindah ke barat hotel. Pacitan kebetulan Kadispendanya Bu Mariyatun namun apa boleh buat beliau harus berakhir jabatanya. (Mujahid)